إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam

“sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya, kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.”(HR. Abu Daud no. 4140)

Saudariku, hadits diatas menunjukkan batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, maka haram hukumnya bagi perempuan yang sudah baliqh untuk menampakkan sebagian auratnya didepan laki-laki yang bukan mahramnya atau wanita yang non muslimah.

Saudariku, jika aurat kita terlihat oleh laki-laki yang bukan mahram, maka wajib menutupnya dan menggunakan jilbab. Walaupun kita sedang berada di teras rumah sendiri, atau di halaman rumah kita, bahkan di dalam rumah kita sekalipun, jika di dalam rumah itu ada laki-laki yang bukan mahram, maka wajib menutup aurat dan menggunakan jilbab di depan lelaki tersebut.

Semoga bermanfaat, barakallah fiikum

About the author

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.