مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيْهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيْهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

“Siapa yang mengaku keturunan seseorang yang bukan ayah kandungnya, sedangkan dia tahu bahwa itu bukan ayahnya, maka Surga diharamkan atasnya.” (HR. Bukhari, no. 6766).

Saudaraku, hadits diatas terdapat ancaman yang sangat tegas bagi orang tua angkat atau anak angkat yang menasabkan dirinya kepada selain ayah kandungnya. Begitu juga anak hasil zina yang terlahir tanpa ayah syar’i, dia harus dinasabkan ke ibunya. Jika dia dinasabkan ke ayahnya, berarti mengaku keturunan orang yang bukan bapaknya.

Saudaraku, diantara kebiasaan buruk sebagian wanita kaum muslimin ada yang menambahkan nama suami di belakang namanya setelah menikah. Hal ini tidak diperkenankan oleh syariat karena bisa jadi orang yang tidak tahu mengira bahwa nama akhir laki-laki itu adalah nama ayahnya, atau bisa jadi generasi sekarang tahu bahwa itu nama suaminya, akan tetapi generasi-generasi selanjutknya siapa yang menjamin?.

About the author

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.