مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya,

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Saudaraku, hadits diatas menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Karena kesulitan yang dirasakan ibu ketika hamil selama 9 bulan, lalu ditambah penderitaan disaat melahirkan bahkan terkadang ia bisa meninggal ketika itu.

Saudaraku, tidak sampai disitu cobaan yang dihadapi seorang Ibu, lalu kemudian ia diuji lagi dari masa menyusui hingga anaknya besar dan bisa mengurus diri sendiri, ini hanya dirasakan oleh ibu. Oleh karenanya seorang Ibu adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan prilaku baik dari anak-anaknya melihat dari sisi jasanya yang begitu besar.

About the author

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.