Pertanyaan

Saudara saya meninggal dunia beberapa bulan lalu, dia memiliki seorang istri dan dia juga mengangkat anak. Apakah anak angkat itu berhak mendapatkan warisan ?

Jawaban

Saudaraku yang dimulyakan Allah. Warisan itu pembagian harta yang ditinggal wafat oleh pemiliknya. Tentu pembagian harta itu kepada mereka yang terikat nasab (garis keturunan) dengan pewaris (simayit). Perhatikan firman Allah berikut:

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ فَإِن كُنَّ نِسَآءً فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةً فَلَهَا ٱلنِّصْفُ

“Allah mensyariatkan kepada kalian tentang (pembagian harta peninggalan untuk) anak-anak kalian, bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua anak perempuan. Jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua maka bagi mereka bagian dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika anak perempuan itu seorang saja maka dia mendapatkan separuh harta …” (QS. An-Nisa: 11)

Pada ayat waris di atas Allah menjelaskan, dan itu syariah, bahwa para penerima harta peninggalan atau warisan itu adalah anak-anak kandung, anak lelaki dan anak perempuan, dari pewaris.

Adapun anak angkat dia bukan anak kandung dari pewaris yang berarti dia tidak berhak mendapatkan harta waris karena dia bukan termasuk ahli waris.

Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwa syarat mendapatkan warisan itu adanya ikatan nasab (garis keturunan) antara pewaris dengan penerima, sehingga penerima ini bisa dikategorikan sebagai ahli waris.

Ada solusi yang diberikan syariat dalam masalah ini, Allah berfirman:

وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُو۟لُوا۟ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“dan ketika pembagian harta hadir kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin berilah mereka dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka tutur kata yang baik.” (QS. An-Nisa: 8)

Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas, “disebutkan makna ayat ini, jika ketika pembagian harta waris hadir kerabat yang bukan ahli waris, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin hendaknya diberikan bagian dari harta peninggalan itu” (Tafsir Al-Quran Al-Azhim 2/219)

Ini solusi Al-Quran, jika pembagian waris dilakukan dan sana terdapat anak angkat maka dianjurkan untuk memberikan bagian dari harta peninggalan itu kepadanya dalam jumlah yang disepakati, sesuai dengan kerelaan para ahli waris.

NIZAR SAAD JABAL

4 Safar 1440H/13 Oktober 2018

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.