APAKAH KITA MENGANGKAT TANGAN SAAT BERDOA SETELAH ADZAN ?

Bismillah, walhamdulillah, was shalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wamaw walah.

Berdoa setelah adzan ini bisa mencakup dua jenis doa:

      1. Doa setelah adzan langsung, yaitu doa agar shalawat terlimpahkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan doa agar beliau mendapatkan Al-Wasilah yang berarti tempat istimewa di Surga, sebagaimana sabdanya:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti ucapannya. Kemudian, bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. Kemudian, mintalah kepada Allah Al-Wasilah untukku, karena itu adalah tempat di Surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada satu orang hamba Allah, dan aku berharap akulah orangnya, maka barangsiapa memintakan Al-Wasilah untukku, maka dia akan mendapatkan syafaatku”. [HR. Muslim 384].

      2. Doa antara adzan dan iqamah, dan ini merupakan doa yang mustajab, sebagaimana sabda beliau:

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa tidak ditolak, (bila dipanjatkan) antara adzan dan iqamat” [HR. Abu Dawud: 521, shahih].

Tentang masalah mengangkat tangan saat berdoa, ada kaidah yang sangat bagus, yang disebutkan oleh beberapa ulama, diantaranya Syeikh Al-Utsaimin -Rahimahullah-. Beliau membagi doa menjadi empat keadaan:

Pertama: bila ada keterangan bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- “mengangkat tangan” saat berdoa, maka dianjurkan bagi kita untuk mengangkat tangan saat itu.

Contohnya: saat berdoa meminta hujan, berdoa di bukit Shafa dan Marwa ketika sa’i, berdoa saat wukuf di Arafah, berdoa setelah melempar jumrah kubra di hari 10, berdoa setelah melempar jumrah shughra dan wustha di hari 11, 12, dan 13, saat mendoakan mayit ketika berziarah, dll.

Kedua: bila ada keterangan bahwa beliau “tidak mengangkat tangan” saat berdoa, maka sunnahnya tidak mengangkat tangan. Contohnya: berdoa saat khutbah jum’at.

Ketiga: bila yang tampak (zhahir) dari dalil, beliau “tidak mengangkat tangan” saat berdoa, maka kita juga tidak mengangkat tangan.

Contohnya: saat membaca doa istiftah dalam shalat, berdoa saat sujud, berdoa saat duduk diantara dua sujud, berdoa saat tasyahud akhir, ketika istighfar (memohon ampun) setelah salam, berdoa ketika akan masuk toilet, berdoa setelah keluar dari toilet, dll.

Keempat: Selain tiga keadaan di atas, yaitu: bila tidak ada keterangan, baik tentang “mengangkat tangan” atau tentang “tidak mengangkat tangan”, maka sunnahnya mengangkat tangan, karena ini adalah hukum asal dalam berdoa. Ini juga termasuk dalam adab berdoa, dan termasuk sebab mustajabnya sebuah doa.

Contohnya: berdoa ketika selesai wudhu, berdoa ketika hujan turun, berdoa ketika sedang puasa, berdoa ketika sedang safar, dll. [Lihat: Majmu’ Fatawa Al-Ustaimin 13/263-264]

Lalu bagaimana dengan doa setelah adzan?

Jika kita melihat dalil-dalil yang menjelaskan tentang dianjurkannya berdoa setelah adzan, maka kita akan dapati tidak adanya keterangan tentang “mengangkat tangan atau tidak”, sehingga itu termasuk dalam keadaan doa yang keempat, dan dianjurkan untuk mengangkat tangan.

Sayangnya, banyak orang saat berdoa setelah adzan tidak mengangkat tangan, bahkan bisa jadi mereka mengingkari orang yang mengangkat kedua tangannya saat berdoa setelah adzan, padahal secara kaidah itu masuk dalam jenis doa yang keempat. [Lihat: Majmu’ Fatawa Al-Ustaimin 13/266]

Keterangan yang senada dengan ini juga disampaikan oleh Syeikh Binbaz dalam Majmu’ Fatawanya [6/158], Syeikh Sulaiman Arruhaili [https://www.youtube.com/watch?v=4E4w3eOjfyI], dan yang lainnya.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, Aamiin.

MUSYAFFA AD-DARINY

Rabu 27 Rabiul Awwal 1440H / 5 Desember 2018

 

2 Responses
  1. donny

    Assalammu’alaykum Ustadz,

    Bagaimana ketika khotib (pada sholat jum’at) membaca do’a dengan mengangkat jari telunjuk kanan? apakah jamaah juga ikut mengangkat jari, atau mengangkat kedua telapak tangan, atau hanya mengucapkan “aamiin”?

    Mohon penjelasannya Ustadz.

    Syukron.

    1. admin

      Waalaikumussalam, afwan untuk penjelasannya silahkan tanya langsung kepada ustadz yang bersangkutan dengan menggunakan aplikasi Halo Ustadz. Karena admin, tidak memiliki kapasitas untuk menjawab. baarakallah

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.
Ar- Rahmaan