HATI YANG BERSIH DAN SELAMAT

Kemulian dan kebaikan seorang hamba tergantung kepada kesucian hati dan jiwanya, sebagaimana sabda Nabi shalallahu’alaihi wasallam:

(إلا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله إلا وهي القلب).

[البخاري رقم: 52 ومسلم رقم: 1599].

“Ketahuilah, bahwa didalam jasad ada segumpal daging, apabila ia baik maka seluruh jasad akan ikut menjadi baik dan apabila ia rusak/sakit maka seluruh jasad akan ikut sakit/rusak, itulah hati”.

Oleh karenanya hendaklah kita senantiasa memperhatikan hati dan jiwa, karena diakhirat kelak tiada yang bermanfaat disisi Allah kecuali hati yang selamat dan jiwa yang suci, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ٨٨ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ٨٩

[الشعراء: 88-89]

“Pada hari kiamat tidaklah bermanfaat harta dan anak keturunan kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat/suci”.

Allah Ta’ala memuji kekasihnya, nabi Ibrahim alaihissalam yang memiliki hati yang selamat/suci, sebagaimana firmanNya:

وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ٨٣ إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ٨٤

[الصافات: 83-84]

“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh), (lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci”.

Dan tiada kelezatan yang lebih nikmat dan kenikmatan yang lebih mulia didunia ini daripada kesucian hati dan jiwa.

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan:

“وَأَيُّ لَذَّةٍ وَنَعِيمٍ فِي الدُّنْيَا أَطْيَبُ مِنْ بِرِّ الْقَلْبِ، وَسَلَامَةِ الصَّدْرِ، وَمَعْرِفَةِ الرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَحَبَّتِهِ، وَالْعَمَلِ عَلَى مُوَافَقَتِهِ؟ وَهَلِ الْعَيْشُ فِي الْحَقِيقَةِ إِلَّا عَيْشُ الْقَلْبِ السَّلِيمِ؟”

. [الجواب الكافي ص 121].

“Adakah kelezatan dan kenikmatan didunia ini yang lebih baik dari kesucian hati, keselamatan jiwa, mengenal Rabb Tabaaraka Wata’ala dan mencintaiNya serta beramal sesuai dengan tuntunanNya?, dan tiada lain hakikat kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan hati/jiwa yang selamat”. [Al-Jawabul Kaafi” hal: 121].

Nah, yang menjadi pertanyaan: Apakah sifat dan tanda hati yang selamat dan jiwa yang suci serta bagaimanakah kondisi hati tersebut?

Untuk mengetahui jawabannya, silahkan baca dan renungi perkataan Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berikut ini:

“وَالْقَلْبُ السَّلِيمُ هُوَ الَّذِي سَلِمَ مِنَ الشِّرْكِ وَالْغِلِّ وَالْحِقْدِ وَالْحَسَدِ وَالشُّحِّ وَالْكِبْرِ وَحُبِّ الدُّنْيَا وَالرِّيَاسَةِ، فَسَلِمَ مِنْ كُلِّ آفَةٍ تُبْعِدُهُ عَنِ اللَّهِ، وَسَلِمَ مِنْ كُلِّ شُبْهَةٍ تُعَارِضُ خَبَرَهُ، وَمِنْ كُلِّ شَهْوَةٍ تُعَارِضُ أَمْرَهُ، وَسَلِمَ مِنْ كُلِّ إِرَادَةٍ تُزَاحِمُ مُرَادَهُ، وَسَلِمَ مِنْ كُلِّ قَاطِعٍ يَقْطَعُ عَنِ اللَّهِ، فَهَذَا الْقَلْبُ السَّلِيمُ فِي جَنَّةٍ مُعَجَّلَةٍ فِي الدُّنْيَا، وَفِي جَنَّةٍ فِي الْبَرْزَخِ، وَفِي جَنَّةِ يَوْمِ الْمَعَادِ. وَلَا تَتِمُّ لَهُ سَلَامَتُهُ مُطْلَقًا حَتَّى يَسْلَمَ مِنْ خَمْسَةِ أَشْيَاءَ: مِنْ شِرْكٍ يُنَاقِضُ التَّوْحِيدَ، وَبِدْعَةٍ تُخَالِفُ السُّنَّةَ، وَشَهْوَةٍ تُخَالِفُ الْأَمْرَ، وَغَفْلَةٍ تُنَاقِضُ الذِّكْرَ، وَهَوًى يُنَاقِضُ التَّجْرِيدَ وَالْإِخْلَاصَ. وَهَذِهِ الْخَمْسَةُ حُجُبٌ عَنِ اللَّهِ”

. [الجواب الكافي ص 122].

“Hati yang selamat/suci adalah hati yang bersih dari kesyirikan, kedengkian, hasad, kikir, sombong, cinta dunia dan tahta. Hati yang selamat dari seluruh penyakit yang menjauhkannya dari Allah, selamat dari seluruh syubhat yang menentang beritaNya, selamat dari syahwat yang menentang perintah Allah, selamat dari keinginan yang menyelisihi kehendak Allah dan selamat dari seluruh perkara yang memutus (jalan) menuju Allah. Hati yang selamat ini berada didalam syurga dunia, syurga dialam barzah dan syurga diakhirat kelak. Dan tidaklah sempurna kesucian hati kecuali bila selamat dari lima perkara:

1) Syirik yang membatalkan tauhid.

2) Bid’ah yang menyelisihi sunnah.

3) Syahwat yang menyelisihi perintah (syari’at).

4) Kelalaian yang bertentangan dengan dzikir (ingat kepada Allah).

5) Hawa nafsu yang menyelisihi loyalitas (ittiba’ kepada Nabi) dan keikhlasan”.

Kelima perkara ini merupakan penghalang dari Allah”. [Al-jawabul Kaafi” hal: 122]

 

Dari perkataan Imam Ibnu Qoyyim diatas, bisa disimpulkan bahwa ada lima penyakit yang sangat berbahaya yang akan membuat hati menjadi sakit bahkan yang bisa mematikannya, yaitu: syirik, bid’ah, syahwat, kelalaian dan hawa nafsu. Kita berlingdung kepada Allah Ta’ala dari kelima penyakit tersebut.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa mensucikan jiwa kita dari seluruh penyakit hati dan menjadikan kita orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat.

اللهم آت نفوسنا تقواها، وزكها أنت خير من زكاها، أنت وليها ومولاها

“Ya Allah, berikanlah ketaqwaan kepada jiwa kami dan sucikan ia, Engkau-lah Dzat yang paling mulia untuk mensucikannya, Engkau-lah wali dan penolongnya”

MUHAMMAD NUR IHSAN

Jember: 26 Jumadal ‘Ula 1440/1 Februari 2019.

About the author

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.