Mutiara Shahih Al-Bukhari

Hadits 2

Dalam hadits riwayat Aisyah yang panjang tentang awal turunnya wahyu kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- disebutkan:

ثُمَّ انْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ إِلَى ابْنِ عَمِّهَا وَرَقَةَ بْنِ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى , وَكَانَ امْرَأً تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ , وَكَانَ يَكْتُبُ الْخَطَّ الْعَرَبِيَّ , فَكَتَبَ بِالْعَرَبِيَّةِ مِنَ الإِنْجِيلِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ , وَكَانَ شَيْخًا قَدْ عَمِيَ , فَقَالَتِ : اسْمَعْ مِنَ ابْنِ أَخِيكَ , فَقَالَ : يَا ابْنَ أَخِي مَا تَرَى ؟ فَأَخْبَرَهُ , فَقَالَ وَرَقَةُ: هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي أُنْزِلَ عَلَى مُوسَى , يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا حِينَ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ , قَالَ : أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ ؟ ، قَالَ : نَعَمْ , لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ وَأُوذِيَ , وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ، ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ .

Kemudian Khadijah membawa beliau ke anak pamannya, Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, seorang yang masuk Kristen pada masa Jahiliyyah, bisa menulis Khat Arab dan menulis Injil dengan Bahasa Arab sebanyak yang Allah kehendaki. Waraqah sudah tua dan buta. Khadijah berkata, “Dengarkanlah keponakanmu.” Waraqahpun bertanya, “Wahai keponakanku, apa yang engkau lihat?” Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- bercerita (tentang Jibril yang mendatangi beliau di Gua Hira`). Waraqah berkata, “Dia adalah malaikat penjaga rahasia yang dikirim Allah kepada Musa. Andai saja saya masih muda saat engkau berdakwah dan kaummu mengusirmu.” Nabi bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Tidak ada seorangpun yang datang mengemban dakwah seperti yang engkau bawa ini, kecuali dia akan dimusuhi dan disakiti. Jika saya masih hidup pada saat itu, saya akan membantumu dengan sebaik-baiknya.” Dan tidak lama kemudian, Waraqah meninggal dunia. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beberapa faedah ilmiah seputar hadits ini:

  1. Agama yang umum dipraktekkan penduduk Makkah pada saat itu adalah watsaniyyah (penyembahan berhala). Waraqah yang membenci agama ini pergi ke Syam dan jatuh hati kepada agama para pendeta di sana yang mengikuti ajaran Nabi Isa yang belum dirubah.
  2. Agama-agama samawi kembali kepada sumber yang sama. Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- mengumpamakannya seperti anak-anak satu ayah lain ibu; sama-sama mengajarkan tauhid, namun berbeda dalam sebagian syariat. Namun dengan datangnya Islam, semua agama telah dihapuskan dan Islam menjadi satu-satunya agama yang diridhoi Allah.
  3. Sebagaimana Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- dihadapkan pada ujian yang berat dari kaum beliau, para juru dakwah yang meniti jalan beliau juga harus menyiapkan diri menghadapi ujian semacam ini, karena dimusuhi adalah ‘sunnah’ bagi pembawa kebenaran.

——————————————————————————————————————————————

Ralat: tua yang buta = tua dan buta.

Secara bahasa, shanam dipakai untuk yang punya rupa (patung), sedangkan watsan untuk yang tidak punya rupa, seperti batu, pohon atau kuburan yang dipertuhankan. Namun secara hukum syar’i keduanya sama saja. Adapun nushub artinya sama dengan watsan.

membuat patung (menyerupai makhluk yang memiliki ruh) haram dengan kesepakatan para ulama. Di antara dalilnya hadits

 حديث إبن مسعود رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (( إن أشد عذابا يوم القيامة المصورون
وما أخرجه البخاري (4951) ومسلم (2108) من حديث ابن عمر رضي الله عنهما قال :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
(( إن الذين يصنعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة يقال لهم : أحيوا ما خلقتم )).

Adapun bermain boneka untuk anak-anak dikecualikan dari keumuman hadits-hadits di atas, karena Nabi shallallah ‘alihi wasallam membiarkan Aisyah bermain dengan boneka bayi dan kuda terbang.

(قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ خَيْبَرَ ، وَفِي سَهْوَتِهَا سِتْرٌ ، فَهَبَّتْ رِيحٌ ، فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ ، فَقَالَ : مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ ؟ قَالَتْ : بَنَاتِي . وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهَا جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ ، فَقَالَ : مَا هَذَا الَّذِي أَرَى وَسَطَهُنَّ ؟ قَالَتْ : فَرَسٌ . قَالَ : وَمَا هَذَا الَّذِي عَلَيْهِ ؟ قَالَتْ : جَنَاحَانِ . فَقَالَ : فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ ؟ قَالَتْ : أَمَا سَمِعْت أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلا لَهَا أَجْنِحَةٌ ؟ قَالَتْ : فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى رَأَيْت نَوَاجِذَهُ) رواه أبو داود وصححه الألباني

Leave a Reply

HALO USTADZ

Halo Ustadz adalah sebuah layanan Telewicara yang menghubungkan antara jamaah dan Ustadz.